Desa Baros, Jantung Susu Boyolali

    
    
Desa Baros, Jantung Susu Boyolali
Admin Wonder Nusantara | 05 Mar 2026, 11:01 | 0


Video : Wonder Nusantara I Boyolali I Jawa Tengah

Di lereng sejuk Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Desa Baros tumbuh sebagai salah satu sentra penghasil susu sapi perah yang menguatkan reputasi Boyolali sebagai “Kota Susu”. Berada di kawasan pegunungan antara Gunung Merapi dan Gunung Merbabu, Baros memiliki iklim sejuk dan ketersediaan hijauan melimpah—dua faktor penting bagi produktivitas sapi perah.

Di desa ini, beternak bukan sekadar usaha, melainkan tradisi keluarga yang diwariskan turun-temurun. Setiap tetes susu adalah hasil disiplin, ketelatenan, dan pengetahuan lokal yang terjaga.

Proses Perawatan Sapi Perah di Desa Baros

1️⃣ Perawatan Harian Kandang

2️⃣ Pemeriksaan Kesehatan

Pemberian Pakan

Produktivitas susu sangat bergantung pada kualitas pakan. Di Baros, pakan diberikan secara terjadwal:

Pagi Hari:

Siang/Sore:

Komposisi pakan disesuaikan dengan fase laktasi sapi. Semakin baik kualitas pakan, semakin optimal produksi susu yang dihasilkan.

Proses Pemerahan Susu

Pemerahan dilakukan dua kali sehari, umumnya pukul 05.00 pagi dan 16.00 sore.

Tahapan Pemerahan:

  1. Ambing dibersihkan dengan air hangat dan dikeringkan.

  2. Dilakukan pengecekan awal kualitas susu.

  3. Pemerahan dilakukan secara manual atau menggunakan mesin perah sederhana.

  4. Susu disaring untuk memastikan kebersihan.

Setiap sapi rata-rata menghasilkan 10–20 liter susu per hari, tergantung kondisi dan kualitas pakan.

Dari Kandang ke Pasar: Susu Siap Dijual

Setelah diperah:

Di koperasi, susu diuji kualitasnya (kadar lemak, kebersihan, dan kandungan air) sebelum didistribusikan ke industri pengolahan susu.

Lebih dari Sekadar Produksi

Desa Baros bukan hanya penghasil susu, tetapi juga simbol ketahanan ekonomi desa. Dari kandang-kandang sederhana di lereng pegunungan, susu segar mengalir setiap hari, menjadi bagian dari rantai pangan nasional.

Jika dikembangkan lebih lanjut, Baros berpotensi menjadi:

Sebuah kisah tentang ketekunan warga desa—dan tentang bagaimana pegunungan Boyolali menjaga kualitas setiap tetes susu yang sampai ke meja masyarakat.

Ingin telusuri lebih? Klik disini