Festival Dayak Tomun: “Penyelamatan Rimba Terakhir” di Laman Kinipan

    
    
Festival Dayak Tomun: “Penyelamatan Rimba Terakhir” di Laman Kinipan
Admin Wonder Nusantara | 28 Jan 2026, 01:46 | 0


Video : Wonder Nusantara I Dayak Voice I Kalimantan Tengah

Di jantung Kalimantan Tengah, komunitas Dayak Tomun di Laman Kinipan menyelenggarakan sebuah festival unik yang menggabungkan budaya, lingkungan, dan tradisi hidup mereka: Festival Dayak Tomun – Penyelamatan Rimba Terakhir. Festival ini bukan sekadar perayaan seni atau ritual adat, tetapi juga merupakan seruan untuk menjaga hutan dan sungai yang menjadi sumber kehidupan masyarakat Dayak Tomun.

Melestarikan Alam dan Budaya

Hutan Kinipan merupakan rumah bagi komunitas Dayak Tomun, tempat mereka menggantungkan hidup dan menjalankan tradisi turun-temurun. Festival ini lahir dari kesadaran masyarakat akan ancaman kerusakan hutan dan pentingnya menjaga kelestarian alam agar budaya dan identitas mereka tetap hidup. Melalui festival ini, masyarakat Dayak Tomun menyuarakan pentingnya melestarikan rimba terakhir sebagai bagian dari warisan budaya dan ekologi yang tak ternilai.

Atraksi Susur Sungai dengan Rakit Bambu

Salah satu momen paling menarik dari festival ini adalah susur sungai menggunakan perahu rakit dari bambu, yang dilakukan oleh anak-anak hingga orang dewasa. Aktivitas ini bukan hanya menampilkan keterampilan tradisional dalam membuat dan mengayuh rakit bambu, tetapi juga menjadi simbol hubungan harmonis antara masyarakat dengan sungai dan hutan. Rangkaian susur sungai ini mengajak masyarakat dan pengunjung merasakan langsung kehidupan adat dan nilai-nilai ekologis yang dijaga oleh Dayak Tomun.

Pementasan Seni dan Ritual Adat

Selain susur sungai, festival ini juga menghadirkan pementasan seni budaya Dayak Tomun, termasuk tarian, musik tradisional, dan ritual adat yang merefleksikan kehidupan masyarakat yang masih dekat dengan alam. Pertunjukan ini menjadi sarana edukasi bagi generasi muda, sekaligus memperkenalkan keindahan budaya Dayak Tomun kepada pengunjung dari luar daerah.

Tradisi Bakar Babi di Sekitar Sungai

Salah satu tradisi khas yang ikut memeriahkan festival adalah momen warga berkumpul di tepi sungai untuk membakar babi. Kegiatan ini bukan sekadar ritual kuliner, tetapi juga wujud kebersamaan, persaudaraan, dan perayaan hasil alam yang telah dipelihara komunitas Dayak Tomun. Aroma masakan tradisional ini menyatu dengan suara sungai dan pemandangan hutan, menciptakan atmosfer festival yang hangat dan hidup.

Makna Sosial dan Lingkungan

Festival Laman Dayak Tomun lebih dari sekadar perayaan; ini adalah aksi nyata komunitas untuk pelestarian hutan dan sungai. Festival mengingatkan bahwa menjaga alam adalah bagian dari menjaga identitas dan keberlanjutan budaya. Melalui kombinasi ritual, seni, aktivitas sungai, dan tradisi bakar babi, masyarakat Dayak Tomun menunjukkan bahwa kearifan lokal, budaya, dan lingkungan hidup tidak bisa dipisahkan.

Warisan untuk Generasi Mendatang

Festival Dayak Tomun di Laman Kinipan menjadi bukti bahwa budaya dan lingkungan hidup dapat dipertahankan secara bersamaan. Dengan melibatkan seluruh komunitas dan mengajak generasi muda untuk terlibat, festival ini menjadi jembatan antara tradisi dan kesadaran ekologis modern, serta menginspirasi masyarakat lain untuk menghargai dan melestarikan warisan alam dan budaya Indonesia.

Ingin telusuri lebih? Klik disini