Video : Prabowo Aji - Klaten
KLATEN — Suasana Lapangan Desa Sajen, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, tampak berbeda dari biasanya. Ratusan peternak dari berbagai daerah berkumpul, membawa ternak terbaik mereka dalam ajang Kontes Kambing Kaligesing dan Domba.
Bukan sekadar lomba, kegiatan ini menjadi ruang pertemuan antara tradisi, ekonomi, dan kecintaan masyarakat terhadap dunia peternakan.
Salah satu daya tarik utama dalam kontes ini adalah kambing Peranakan Etawa (PE) Kaligesing. Dengan postur tinggi, tubuh proporsional, dan penampilan yang gagah, kambing jenis ini selalu menjadi primadona.
Sementara itu, domba yang ikut dilombakan juga tak kalah menarik. Bobot tubuh yang besar serta warna bulu yang indah menjadi nilai lebih dalam penilaian para juri.
Menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Klaten, Iwan Kurniawan, kontes ini bukan hanya ajang unjuk kualitas ternak, tetapi juga strategi untuk meningkatkan nilai jual dan kesejahteraan peternak.
“Kontes ini menjadi sarana untuk mendorong kualitas sekaligus meningkatkan harga jual ternak di pasaran,” ujarnya.
Tak hanya itu, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antarpeternak dari berbagai daerah, termasuk dari Solo hingga Daerah Istimewa Yogyakarta.
Salah satu peserta, Hendri Antoro, mengungkapkan bahwa kambing kontes memerlukan perawatan khusus agar memiliki postur ideal.
Hasilnya pun sebanding. Kambing-kambing unggulan dalam kontes ini memiliki nilai jual tinggi, mulai dari Rp3 juta hingga Rp10 juta per ekor, bahkan bisa lebih tergantung kualitasnya.
Kontes seperti ini tidak hanya berdampak pada sektor peternakan, tetapi juga membuka peluang sebagai daya tarik wisata berbasis komunitas. Pengunjung dapat melihat langsung keunikan ternak lokal sekaligus mengenal lebih dekat kehidupan para peternak.
Dengan terus digelarnya kegiatan serupa, diharapkan potensi ternak lokal semakin berkembang dan mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat di daerah. Kunjungi kisah lainya di Wonder Nusantara