Kampung Durian Manduk Jatirejo: Ketika Durian Lokal Menjadi Kebanggaan Desa

    
    
Kampung Durian Manduk Jatirejo: Ketika Durian Lokal Menjadi Kebanggaan Desa
Admin Wonder Nusantara | 16 Mar 2026, 07:26 | 0


Foto : Wonder Nusantara

Di lereng hijau kawasan Ngargoyoso, tepatnya di Desa Jatirejo, ada sebuah kampung yang setiap musim hujan selalu dinanti para pecinta durian.

Warga menyebutnya Kampung Durian Manduk.

Video  : Wonder Nusantara

Di sinilah berbagai jenis durian lokal tumbuh subur di kebun-kebun warga. Aromanya kuat, rasanya legit, dan sebagian pohonnya bahkan sudah berusia puluhan tahun.

Ketika musim panen tiba, suasana desa berubah menjadi semarak. Para pemburu durian datang dari berbagai kota untuk menikmati sensasi makan durian langsung dari kebun, di udara sejuk lereng Gunung Lawu.

Durian Manduk merupakan salah satu varietas durian lokal yang sudah lama dikenal masyarakat Jatirejo. Pohon-pohonnya sebagian besar tumbuh di kebun milik warga dan diwariskan turun-temurun dari generasi sebelumnya.

Durian ini terkenal karena daging buahnya tebal, berwarna kuning pucat, dengan rasa manis legit yang kuat.

Foto : Wonder Nusantara

Namun sebenarnya, Jatirejo tidak hanya memiliki durian Manduk.

Di kebun-kebun warga juga tumbuh berbagai jenis durian lokal lain yang memiliki karakter berbeda-beda, di antaranya:

Sebagian besar pohon durian di desa ini tumbuh secara alami di lahan kebun campuran bersama tanaman lain seperti kopi, cengkeh, dan buah-buahan.

Dalam beberapa tahun terakhir, warga mulai menyadari bahwa durian yang mereka miliki bukan hanya hasil kebun biasa. Ia memiliki potensi besar sebagai komoditas wisata musiman.

Dari situlah muncul gagasan memperkenalkan kawasan ini sebagai Kampung Durian Manduk.

Foto : Wonder Nusantara

Saat musim panen, warga membuka kebun mereka bagi pengunjung. Orang-orang bisa membeli durian langsung dari pohon atau dari lapak sederhana di pinggir jalan desa.

Suasana ini membuat desa yang sebelumnya tenang berubah menjadi tempat berkumpulnya para pecinta durian.

Kampung Durian Manduk menunjukkan bagaimana komoditas lokal desa dapat berkembang menjadi identitas ekonomi dan wisata.

Durian bukan sekadar buah musiman. Jika dikelola dengan baik, ia bisa menjadi penggerak ekonomi desa melalui:

Di banyak daerah Indonesia, wisata berbasis buah musiman seperti ini terbukti mampu menarik pengunjung sekaligus meningkatkan pendapatan petani.

Jatirejo memiliki potensi besar untuk berkembang ke arah itu, karena selain durian, desa ini juga dikenal memiliki jambu, kopi, dan hasil perkebunan lereng Lawu lainnya.

Yang membuat Kampung Durian Manduk Jatirejo berbeda adalah:

1. Varietas durian lokal yang beragam
Tidak hanya Manduk, tetapi juga Montong lokal, Petruk, Bawor, dan durian alami dari pohon tua.

2. Pohon durian warisan puluhan tahun
Sebagian pohon durian di desa ini sudah ditanam sejak generasi sebelumnya.

3. Sensasi makan durian langsung dari kebun
Pengunjung bisa menikmati durian segar sambil melihat langsung pohonnya.

4. Suasana desa lereng gunung yang sejuk
Udara pegunungan membuat pengalaman makan durian terasa berbeda.

5. Potensi wisata durian musiman
Setiap musim panen, desa ini berpotensi menjadi destinasi bagi para pemburu durian.

Bagi pecinta durian, berkunjung ke Desa Jatirejo bukan sekadar membeli buah.

Di sini, Anda bisa merasakan pengalaman yang lebih lengkap: berjalan di kebun, memilih durian langsung dari pohonnya, dan menikmati rasa legit durian lokal di tengah udara sejuk lereng Gunung Lawu.

Karena di kampung ini, durian bukan hanya buah musiman.
Ia adalah cerita desa, warisan kebun, dan kebanggaan warga.

#WonderNusantara #KampungDurian #DurianManduk #Ngargoyoso #Karanganyar #DurianLokal #WisataDurian #ExploreJateng #PesonaLerengLawu #WisataDesa

Ingin telusuri lebih? Klik disini