Kampung Wisata Barokah: Wisata Berbasis Alam dan Ketenangan di Lereng Gunung Lawu

    
    
Kampung Wisata Barokah: Wisata Berbasis Alam dan Ketenangan di Lereng Gunung Lawu
Admin Wonder Nusantara | 26 Feb 2026, 21:57 | 0

Property Video : @kampungwisatabarokah5109

Di tengah dunia yang bergerak semakin cepat, Kampung Wisata Barokah (KWB) hadir sebagai ruang jeda. Bukan sekadar tempat berlibur, kampung wisata ini menjadi ruang pulang—tempat untuk menata ulang langkah, merasakan waktu berjalan lebih pelan, dan menikmati hidup apa adanya.

Terletak di kawasan sejuk lereng Gunung Lawu, KWB tidak menawarkan gemerlap wahana modern. Yang dihadirkan justru sesuatu yang kini semakin bernilai: ketenangan, keaslian, dan pengalaman hidup desa yang utuh.

Desa yang Tidak Menjual Keramaian

Berbeda dari banyak destinasi wisata yang berlomba menarik massa, Kampung Wisata Barokah memilih jalan yang lebih tenang. Hamparan sawah, bugenvil yang tumbuh alami di sudut-sudut kampung, serta udara pegunungan menjadi “penyambut tamu” utama.

Di sini, wisata bukan tentang antrean atau hiruk-pikuk, melainkan tentang menyatu dengan ritme alam dan kehidupan masyarakat lokal.


Foto : kampungwisatabarokah.com 

Berkuda Bukan Sekadar Atraksi

Di Pakel Stable, berkuda tidak diposisikan sebagai tontonan, tetapi sebagai pengalaman. Menunggang kuda menyusuri jalur alam desa menghadirkan koneksi yang alami—antara manusia, hewan, dan lingkungan sekitar.
Langkah kuda yang tenang seolah mengajak pengunjung untuk ikut melambat dan menikmati setiap detik perjalanan.


Foto : kampungwisatabarokah.com 

Tidur di Atas Kehidupan

Penginapan rumah pohon dan homestay di KWB tidak dirancang untuk kemewahan, melainkan untuk menghadirkan makna. Dibangun dengan konsep ramah lingkungan, penginapan ini memberi pengalaman tidur di atas kehidupan desa—dengan suara alam sebagai pengantar malam dan panorama hijau sebagai sapaan pagi.


Foto : kampungwisatabarokah.com 

Makan dengan Rasa

Resto Sawah menjadi simbol filosofi Kampung Wisata Barokah: sederhana, jujur, dan hangat. Masakan desa disajikan apa adanya, tanpa rekayasa berlebihan. Justru dari kesederhanaan itulah lahir rasa—dari bahan lokal, dimasak dengan hati, dan dinikmati di tengah hamparan sawah.

Api Unggun dan Cerita

Di Camping Ground Gerdu, wisata kembali ke esensinya: kebersamaan. Api unggun, tenda, dan langit malam menjadi medium percakapan, tawa, dan refleksi. Tempat ini bukan hanya untuk berkemah, tetapi juga untuk membangun relasi—dengan sesama dan dengan alam sekitar.


Foto : kampungwisatabarokah.com 

Desa sebagai Ruang Belajar

Menariknya, Kampung Wisata Barokah juga menjadi bagian dari program pengembangan desa wisata melalui hibah MBKM oleh Universitas Sebelas Maret periode Februari–Juli 2025.
Hal ini menegaskan bahwa KWB bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga ruang belajar bersama—tempat kolaborasi antara masyarakat, akademisi, dan masa depan pariwisata berkelanjutan.

Sumber Colase Foto : kampungwisatabarokah.com 

More Than a Village

Kampung Wisata Barokah tidak menjanjikan “liburan spektakuler”.
Yang ditawarkan adalah sesuatu yang lebih mendasar: ketenangan, makna, dan pengalaman menjalani hidup secara lebih sadar—meski hanya sejenak.

Rute : Kampung Wisata Barokah
More than a village. A place to slow down.

Ingin telusuri lebih? Klik disini