Rumah 300 Tahun di Tepian Musi: Jejak Saudagar di Tepian Sungai Musi

    
    
Rumah 300 Tahun di Tepian Musi: Jejak Saudagar di Tepian Sungai Musi
Admin Wonder Nusantara | 09 Apr 2026, 08:25 | 0

Di balik padatnya permukiman di Palembang, tersembunyi sebuah rumah tua yang menyimpan cerita panjang peradaban. Tak banyak yang menyangka, di antara gang sempit dan deretan rumah warga, berdiri sebuah bangunan yang telah berusia lebih dari 300 tahun—dan masih dihuni hingga hari ini.

Namanya Rumah Baba Buncit.

Bukan museum. Bukan pula bangunan kosong yang ditinggalkan zaman. Rumah ini tetap hidup, menjadi bagian dari keseharian sebuah keluarga yang menjaga warisan leluhur mereka dari generasi ke generasi.

Jejak Saudagar di Tepian Sungai Musi

Rumah Baba Buncit merupakan peninggalan seorang saudagar Tionghoa bernama Ong Boen Tjit, yang hidup pada masa kejayaan perdagangan di Sungai Musi. Pada masa itu, Palembang dikenal sebagai salah satu jalur perdagangan penting yang menghubungkan berbagai wilayah di Asia.

Letaknya yang berada di kawasan Seberang Ulu, tepat di tepian sungai, bukan tanpa alasan. Dahulu, sungai adalah “jalan utama”. Perahu-perahu dagang hilir mudik membawa komoditas, budaya, dan manusia dari berbagai latar belakang.

Rumah ini menjadi saksi bisu bagaimana aktivitas ekonomi, interaksi budaya, dan kehidupan sosial tumbuh di sepanjang aliran Musi.

Perpaduan Dua Budaya dalam Satu Rumah

Hal paling menarik dari Rumah Baba Buncit adalah arsitekturnya.

Sekilas, bentuknya menyerupai rumah limas khas Palembang. Namun saat mendekat, terlihat jelas sentuhan budaya Tionghoa yang begitu kuat.

Ukiran naga dan burung phoenix menghiasi bagian rumah. Kaligrafi Cina terpahat di beberapa sudut. Interiornya pun sarat dengan filosofi yang menggambarkan harapan, keberuntungan, dan keseimbangan hidup.

Perpaduan ini bukan sekadar estetika. Ia adalah bukti nyata bahwa sejak ratusan tahun lalu, akulturasi budaya sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia.

Rumah Tua yang Tetap Hidup

Yang membuat Rumah Baba Buncit berbeda dari bangunan bersejarah lainnya adalah: kehidupan di dalamnya.

Rumah ini tidak berhenti di masa lalu. Ia terus bernafas.

Keturunan pemiliknya masih tinggal di sana, menjalani aktivitas sehari-hari di antara dinding kayu tua yang telah berdiri selama berabad-abad. Lantai yang sama yang dulu dilewati para saudagar, kini menjadi tempat anak-anak bermain dan keluarga berkumpul.

Ada rasa hangat yang sulit dijelaskan—perpaduan antara sejarah dan kehidupan yang berjalan berdampingan.

Dari Sejarah Menjadi Ruang Kehidupan

Kini, Rumah Baba Buncit tak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga ruang interaksi masyarakat.

Pengunjung yang datang tidak hanya melihat bangunan tua, tetapi juga merasakan kehidupan di sekitarnya. Warga setempat masih menjalankan aktivitas seperti menganyam lidi nipah, dan sesekali digelar pasar tradisional yang menghadirkan kuliner khas Palembang.

Di sinilah sejarah tidak hanya dikenang, tetapi juga dihidupkan kembali melalui aktivitas masyarakat.

Menyusuri Musi, Menemukan Cerita

Untuk mencapai rumah ini, pengunjung bisa menempuh dua cara: melalui jalur darat dengan menyusuri gang sempit, atau melalui jalur sungai menggunakan perahu ketek.

Namun bagi banyak orang, perjalanan menyusuri Sungai Musi justru menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Dari atas perahu, kita seolah diajak kembali ke masa lalu—ketika sungai ini menjadi pusat kehidupan.

Dan di salah satu tepiannya, Rumah Baba Buncit berdiri… diam, namun penuh cerita.

Ketika Sejarah Masih Tinggal di Sekitar Kita

Rumah Baba Buncit mengajarkan satu hal sederhana: bahwa sejarah tidak selalu tersimpan di buku atau museum.

Kadang, ia masih hidup di sekitar kita.

Di rumah tua yang tetap berdiri.
Di keluarga yang terus menjaga.
Dan di masyarakat yang merawat cerita tanpa banyak kata.

Di tengah modernisasi yang terus bergerak cepat, tempat seperti ini menjadi pengingat—bahwa masa lalu adalah bagian dari identitas yang tak boleh hilang.

Masih banyak cerita tersembunyi di setiap sudut Nusantara.
Jangan berhenti di sini… lanjutkan perjalananmu dan temukan kisah lainnya.
Jelajahi sekarang Klik di sini : Wonder Nusantara

Ingin telusuri lebih? Klik disini