Video : Wonder Nusantara I Jawa Tengah
Perjalanan ke Kudus bukan sekadar kunjungan wisata. Ia membawa misi kolaborasi.
Kehadiran rombongan dari Kabupaten Karanganyar bersama Disparpora, pelaku UMKM, serta pegiat pariwisata menjadi bagian dari agenda Travel Dialog dan Table Top—sebuah ruang temu antar daerah untuk memperkenalkan potensi, membangun jejaring, dan merancang kolaborasi promosi lintas kabupaten.
Di tengah dinamika pariwisata yang semakin kompetitif, pendekatan kolaboratif menjadi kunci. Tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, tetapi saling menguatkan.
Dalam forum dialog yang berlangsung hangat, kami memperkenalkan berbagai potensi unggulan Karanganyar, di antaranya:
Wisata alam lereng Gunung Lawu, di desa Berjo , dengan wisata Air Terjun Jumok dan Telaga Madirda , menawarkan udara sejuk pegunungan, air terjun alami, jalur pendakian, hingga agrowisata.
Wisata budaya dan heritage, yang merekam jejak sejarah dan tradisi masyarakat lereng Lawu.
Produk UMKM khas Karanganyar, mulai dari olahan pangan, kerajinan, hingga produk kreatif lokal.
Konsep kolaborasi promosi lintas kabupaten, termasuk peluang paket wisata terpadu dan promosi silang destinasi.
Presentasi ini bukan sekadar pemaparan data, tetapi pertemuan cerita. Setiap pelaku UMKM yang hadir membawa kisah perjuangan. Setiap pelaku wisata membawa pengalaman lapangan. Setiap perwakilan pemerintah membawa visi pengembangan daerah.

Suasana Travel Dialog terasa cair dan setara. Diskusi tidak berhenti pada promosi satu arah, tetapi berkembang menjadi pertukaran pengalaman.
Kudus berbicara tentang kekuatan identitasnya sebagai Kota Kretek. Tentang bagaimana industri kretek membentuk struktur sosial, membuka lapangan kerja, dan menjadi bagian dari denyut ekonomi masyarakat.
Karanganyar berbagi tentang potensi wisata alamnya yang terus berkembang dan UMKM yang bertumbuh dari desa-desa kreatif.
Dalam percakapan itu, terasa bahwa setiap daerah memiliki kebanggaan dan tantangannya sendiri. Namun ada satu kesamaan: keinginan untuk tumbuh bersama.
Dipilihnya Museum Kretek sebagai salah satu lokasi kunjungan bukan tanpa makna.
Museum ini menjadi latar simbolik yang kuat bagi Travel Dialog tersebut. Ia mengingatkan bahwa identitas lokal yang dirawat dengan serius dapat menjadi magnet wisata yang berkelanjutan.
Kretek bukan hanya komoditas ekonomi. Ia adalah narasi sosial—tentang buruh linting perempuan, tentang keluarga, tentang kota yang tumbuh bersama industrinya.
Pesan yang kami tangkap jelas:
Daerah yang kuat adalah daerah yang mampu merawat ceritanya.
Karanganyar pun memiliki narasi yang tak kalah kuat. Pesona alam Lawu, tradisi masyarakat, hingga produk UMKM yang lahir dari kreativitas lokal adalah cerita yang siap diperkenalkan lebih luas—tidak hanya secara regional, tetapi nasional.
Travel Dialog dan Table Top ini menjadi langkah konkret membangun promosi lintas kabupaten.
Beberapa gagasan yang mengemuka antara lain:
Paket wisata lintas daerah (Kudus–Karanganyar)
Promosi silang melalui media dan platform digital
Kolaborasi event budaya dan UMKM
Penguatan branding berbasis cerita lokal
Bagi kami, ini bukan hanya agenda satu hari. Ini adalah fondasi jejaring jangka panjang.
Travel Dialog Karanganyar–Kudus menunjukkan bahwa pariwisata hari ini bukan lagi soal siapa yang paling ramai, tetapi siapa yang paling mampu membangun jejaring.
Ketika daerah saling belajar, saling mengenal, dan saling mempromosikan, maka yang tumbuh bukan hanya kunjungan wisata—tetapi kepercayaan dan ekosistem ekonomi lokal.
Dua cerita berbeda, satu semangat yang sama:
Menguatkan identitas, membangun kolaborasi, dan menghadirkan pariwisata yang berkelanjutan.
Dan dari ruang dialog sederhana itu, kami percaya—cerita daerah bisa menjadi kekuatan nasional
Museum Kretek Kudus , Jejak Asap Sejarah ...