
Pengalaman Tinggal di Kampung Wisata Barokah
Di Kampung Wisata Barokah, menginap bukan sekadar soal tempat tidur. Ia adalah bagian dari perjalanan—cara pelan-pelan memahami kehidupan desa, ritme alam, dan kebersamaan yang mulai jarang ditemui.
Melalui Rumah Pohon, homestay desa, dan Camping Ground Gerdu, KWB menghadirkan pengalaman tinggal (experiential stay) yang menyentuh sisi terdalam dari sebuah liburan.

Rumah Pohon Kampung Wisata Barokah tidak dibangun untuk kemewahan, melainkan untuk pengalaman. Menginap di sini berarti tidur di atas lanskap desa—dikelilingi pepohonan, sawah, dan udara pegunungan yang bersih.
Pagi hari tak dibangunkan oleh alarm, melainkan oleh suara alam: ayam berkokok, angin menyentuh dedaunan, dan cahaya matahari yang masuk perlahan. Sebuah pengalaman sederhana, namun semakin langka di tengah kehidupan modern.
Bagi yang memilih homestay, interaksi dengan warga menjadi bagian tak terpisahkan. Menginap berarti ikut merasakan denyut kehidupan desa—hangat, akrab, dan penuh cerita.

Konsep penginapan di KWB mengedepankan keselarasan dengan alam. Bangunan menyatu dengan lingkungan, aktivitas dibatasi agar tetap tenang, dan suasana dijaga agar tidak mengganggu keseimbangan desa.
Inilah bentuk staycation yang tidak hanya memberi kenyamanan fisik, tetapi juga ketenangan batin. Cocok untuk keluarga, pasangan, hingga wisatawan yang ingin melakukan perjalanan reflektif—menepi sejenak dari kebisingan dunia.
Jika rumah pohon adalah ruang hening, maka Camping Ground Gerdu adalah ruang kebersamaan.
Di sinilah tenda-tenda berdiri, api unggun menyala, dan cerita-cerita mengalir tanpa sekat.
Camping di Gerdu bukan soal fasilitas mewah, melainkan pengalaman berkumpul—keluarga, komunitas, pelajar, atau rombongan edukasi duduk melingkar, berbagi tawa, dan menciptakan memori bersama.
Langit malam desa yang bersih, suhu sejuk lereng pegunungan, dan suasana tanpa polusi cahaya menjadikan malam terasa lebih dekat dan personal.
Video :By @kampungwisatabarokah5109Camping Ground Gerdu sering dipilih untuk kegiatan:
Komunitas & gathering
Wisata keluarga
Edukasi alam & karakter
Kegiatan refleksi dan kebersamaan
Kesederhanaan justru menjadi kekuatan. Karena dari situlah kenangan lahir—tanpa panggung, tanpa hiruk pikuk, hanya manusia dan alam.

Penutup Seri Jelajah Kampung Wisata Barokah
Di tengah tren pariwisata yang berlomba menghadirkan keramaian, Kampung Wisata Barokah memilih jalan berbeda. Desa ini tidak menjual kebisingan, tidak mengejar sensasi, dan tidak memaksakan diri menjadi sesuatu yang bukan dirinya.
KWB hadir sebagai ruang hidup, bukan sekadar komoditas wisata.
Setiap elemen di Kampung Wisata Barokah—Pakel Stable, Resto Sawah, rumah pohon, hingga camping ground—tumbuh dari kehidupan masyarakat itu sendiri. Wisata hadir sebagai perpanjangan aktivitas desa, bukan pengganti.
Inilah bentuk pariwisata yang berakar, bukan sekadar singgah.
Kampung Wisata Barokah juga menjadi bagian dari program pengembangan desa wisata melalui kolaborasi masyarakat, mahasiswa, dan akademisi, termasuk dari Universitas Sebelas Maret.
Kolaborasi ini memperkuat desa bukan hanya sebagai destinasi, tetapi sebagai ruang belajar dan tumbuh bersama.
Makna More Than a Village bukan slogan. Ia adalah pengalaman yang dirasakan:
saat berkuda menyusuri alam,
saat makan di tengah sawah,
saat tidur di rumah pohon,
dan saat duduk di depan api unggun.
Kampung Wisata Barokah mengajarkan bahwa liburan tidak harus ramai, tidak harus cepat, dan tidak harus mahal—cukup bermakna.
Informasi & Reservasi (via Wonder Nusantara). Klik WA Disini
Website Resmi:
Klik Dibawah ini